STORYTELLING MEDIA BONEKA JARI KAIN FLANEL MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA PRASEKOLAH

Main Article Content

Anisa Oktiawati
Yessy Pramita Widodo
Nok Istianah

Abstract

Usia prasekolah yaitu sekitar 4-6 tahun dimana ditandai dengan adanya peningkatan perkembangan kognitif, bahasa, psikososial, motorik dan emosi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kesehatan balita di Jawa Tengah pada tahun 2015 gangguan sosial dan emosional pada anak menempati prevalensi tertinggi kedua setelah masalah gizi pada balita yang mencapai >35%. Salah satu stimulasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kecerdasan emosional yaitu dengan memberikan pembelajaran melalui metode storytelling media boneka jari kain flanel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling media jari kain flanel terhadap kecerdasan emosional anak prasekolah di TK N Pembina Kedungbungkus Kecamatan Tarub.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif., dengan metode pre test and post test one group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah 30 responden. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon di dapatkan p-value 0,000 < 0,05.  Hasil rata-rata kecerdasan emosional sebelum diberikan storytelling media boneka jari kain flanel adalah 7,9% dan setelah diberikan storytelling media jari kain flanel rata-rata meningkat menjadi 11,06% sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh storytelling media boneka jari kain flanel terhadap kecerdasan emsoional anak prasekolah di TK N Pembina Kedungbungkus Kecamatan Tarub. Diharapkan orang di sekitar anak memberikan rangsangan yang terarah dan teratur dalam menunjang perkembangan emosi anak

Article Details

Section
Articles