HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA)

Main Article Content

Yessy Pramita Widodo
Rizki Cintya Dewi
Lintang Dewi Saputri

Abstract

ISPA merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan sering menempati urutan pertama angka kesakitan balita. Daya tahan tubuh yang berbeda pada setiap balita menyebabkan balita lebih rentan terhadap penyakit terutama ISPA. Perilaku dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit ini akan lebih efektif dilakukan oleh keluarga baik yang dilakukan oleh ibu atau keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan perilaku keluarga terhadap kejadian ISPA pada balitadi PAUD Melati 1,2,3 Desa Procot Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua balita usia 0-5 tahun yang mengalami ISPAdi PAUD Melati 1,2 dan 3. Besar sampel pada penelitian ini adalah 51 siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan hasil p value 0,556 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan kejadian ISPA, p value 0,867 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku penggunaan bahan bakar memasak dengan kejadian ISPA, p value 0,778 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku penggunaan anti nyamuk dengan kejadian ISPA, dan p value 0,571 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku cara membuang sampah dengan kejadian ISPA. Perawat sebaiknya dapat mengoptimalkan perannya sebagai pemberi pelayanan dan memberikan konseling serta penyuluhan tentang penatalaksanaan ISPA sehingga prevalensi penyakit ISPA dapat menurun.

Article Details

Section
Articles