PENGALAMAN SUPERVISI KLINIK KEPALA RUANG DALAM FUNGSI RESTORATIF PADA TINDAKAN PEMASANGAN INFUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TEGAL

Main Article Content

Suparjo Suparjo
Meidiana Dwidiyanti
Sarah Uliya

Abstract

Ketidakstabilan emosi dan kecemasan yang berlebihan menjadi salah satu faktor resiko yang membuat perawat pelaksana mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan pemasangan infus. Hal ini bisa berdampak pada terjadinya infeksi flebitis. Kejadian flebitis dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat, kepatuhan cuci tangan dan supervisi klinik kepala ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman supervisi klinik kepala ruang dalam fungsi restoratif pada tindakan pemasangan infus di Rumah Sakit Umum Daerah Tegal. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian berjumlah 10 partisipan yang diambil dengan cara purposive sampling, yang meliputi 5 kepala ruang sebagai partisipan utama, dan 1 kepala bidang keperawatan, 1 ketua tim dan 3 perawat pelaksana sebagai partisipan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan in-dept interview dengan wawancara semistruktur. Data dianalisa dengan menggunakan inductive content analysis. Penelitian mendapatkan 5 tema yang berkaitan dengan supervisi klinik ruang kepala dalam fungsi restoratif, meliputi: (1) identifikasi pasien, (2) kestabilan emosi, (3) hubungan antar perawat, (4) penyelesaian masalah atau konflik, dan (5) prosedur, upaya yang tepat dan harapan positif yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan dan komplikasi pemasangan infus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi klinik fungsi restoratif dapat memudahkan identifikasi pasien, menjaga stabilitas emosional perawat, memperbaiki hubungan antar perawat dan dapat memberikan solusi dalam memecahkan masalah atau konflik. 

Article Details

Section
Articles